Gelar Konferensi Internasional, Ikatan Fisioterapi Indonesia Utamakan Faktor Keamanan

BNDCC merupakan lokasi dengan tingkat keamanan tinggi dan banyak digunakan untuk event Internasional
Menyelenggarakan acara bertaraf internasional tentu bukan hal yang mudah. Hal ini juga dirasakan oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) yang menggelar event Intenational Conference Indonesian Physiotherapy Association (ICIPA), di Bali International Convention Center, 14-16 Agustus 2018. Acara ini diikutsertakan oleh para praktisi fisioterapi dari dalam dan luar negeri, juga mengundang para pembicara berkelas internasional.

Sayangnya, berbagai isu keamanan kerap kali membuat wisatawan mancanegara merasa ragu untuk singgah ke Indonesia. Ditambah lagi dengan bencana gempa yang melanda Lombok beberapa waktu lalu, yang getarannya terasa hingga ke Bali. Untuk masalah ini, pihak IFI tidak mau main-main.

“Bali International Convention Center dipilih sebagai lokasi, karena tempat ini sudah sering dijadikan sebagai lokasi diselenggarakannya acara-acara bertaraf internasional, mulai dari pertemuan pemimpin dunia sampai Miss World. Sehingga hal ini menjadi jaminan keamanan bagi para pengunjung,” ungkap Muhammad Irfan selaku Sekretariat Jenderal IFI.

Irfan menambahkan, mengadakan acara berkelas dunia memang perlu mengutamakan faktor keamanan agar para pengunjung juga tetap mearasa nyaman saat menikmati berbagai rangkaian acara. “Seperti saat kemarin ada gempa, lalu orang-orang akan bertanya, bagaimana kondisinya di Bali? Kami ingin mereka memahami bahwa tempat ini sangat high security bagi mereka,” sambung Irfan.

Tahun ini menjadi kali keempat digelarnya perhelatan ICIPA 2018 yang menjadi ajang pertemuan para fisioterapis dari Indonesia dan luar negeri. ICIPA 2018 diisi dengan tiga agenda utama, yakni konferensi, workshop, dan pameran teknologi terkini. Dalam agenda konferensi, ICIPA tahun ini membahas sejumlah topik menarik seputar ilmu fisioterapi dan perkembangan teknologi mutakhir. Para audiens tidak hanya dapat mendengarkan pemaparan dari para pembicara, tetapi juga turut serta dalam sesi interaktif bersama para profesional papan atas.

Sedangkan untuk agenda workshop terdapat tiga topik yang dapat diikuti para peserta, yakni “Exercise for Elderly with Mild Dementia” yang dibawakan Prof. Marco Pang, Ph.D., PT; “Integrated Manual Therapy in Thoracic Spine” oleh Vaidas Stalioraitis, FACP, B.Sc., GEM, M.Sc., MCTA; dan “Ultrasound Imaging Technology in Physical Therapy” oleh Prof. Wan-Hee Lee. Sedangkan untuk eksibisi, menghadirkan pameran Physiotherapy Health Industrial and Education Expo ( IFEX ) yang diselenggarakan di Bali Nusa Dua Convention Center area Pecatu Hall 1-2 dan Pre-Function.

Penulis : Rerre Adysti
Editor   : Wahyu Physio

Posting Komentar

0 Komentar