Konferensi Fisioterapi ICIPA 2018, Ajang Unjuk Wawasan Para Peneliti Muda

Gambar ilustrasi dari https://insightpublications.com.au


Ajang bergengsi International Conference Indonesian Physiotherapy Association (ICIPA) 2018 diisi dengan berbagai teknologi terbaru di bidang fisioterapi. Perhelatan yang digelar oleh Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) ini juga menghadirkan beberapa peneliti muda yang akan membawakan hasil risetnya yang berkaitan dengan ilmu fisioterapi. Berbagai topik dihadirkan oleh puluhan peneliti muda dalam agenda Oral Presentation yang menjadi bagian dari rangkaian ICIPA., mulai dari studi terhadap pasien pengidap stroke, perkembangan anak, sampai yang menyangkut aktivitas para atlet.

Penelitian terhadap pasien stroke menjadi fokus dua pembicara dalam Oral Presentation kali ini. Pertama, Nurhikmawaty Hasbiah yang membawakan presentasi bertema “Pengaruh Motor Relearning Programme (MRP) Terhadap Tingkat Keseimbangan Duduk pada Pasien Post-Stroke di Makassar”. Topik senada juga dibawakan Veni Fatmawati dari Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Veni menyajikan presentasi dengan topik “The Effect of Bobath Concept on Functional Activity Improvement in Post-Stroke Patient”.

Lain halnya dengan beberapa pembicara yang memilih dunia anak dan pelajar sebagai fokus penelitiannya.. Djohan Aras dari Program Studi Fisioterapi Universitas Hasanuddin Makassar menyajikan penelitiannya yang berjudul “The Effect of Pediatric Physiotherapy Run Technique on Children with Delayed Development”. Selain itu, ada pula Devinta Yulia Laksmita dari Program Studi Fisioterapi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang akan menampilkan presentasi dari penelitian berjudul “The Level of Focus and Students with Forward Head Posture: A Correlational Study.” Topik seputar pelajar juga dipilih Tirton Harinata Simanjuntak dari Universitas Hasanuddin Makassar dengan risetnya yang berjudul “Tree and Nature School: The Application of Functional Motion to Stimulate Motoric Development”.

Kegiatan para atlet yang mengolah fisik dan menguras keringat menggelitik sejumlah peneliti untuk menjadikannya sebagai bahan riset. Beberapa di antaranya yakni Dyah Pranawengrum dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta yang membawakan penelitian berjudul “Different Impact of Plyometric Depth Jump and Jump to Box Toward the Vertical Jump Performance in Basketball Player” serta Andung Maheswara Rakasiwi dari Universitas Pekalongan dengan penelitian berjudul “Harvard Step Test and Cooper 12 Minute Test to Increasing Fitness Index (Vo2 Max) on Basket Athlete in Pekalongan City”, dimana keduanya sama-sama memilih atlet basket sebagai fokus penelitiannya.

Tidak hanya bola basket, aktivitas olahraga lainnya juga menjadi perhatian sejumlah pembicara, di antaranya Abdurrasyid dari Universitas Esa Unggul Jakarta dengan penelitian berjudul “Analysis of Muscle Strength Dorsi Flexor, Plantar Flexor, Invertor, and Evertor on Sportsman with Chronic Ankle Injury”, serta Syarifah Fatima Yasmin dari Universitas Hasanuddin Makassar yang mempresentasikan penelitian bertajuk “Comparison of Speed of Running Between Normal Foot Arch and Flat Foot Arch”.

Selain nama-nama di atas, terdapat jajaran peneliti muda lainnya dari berbagai latar belakang universitas yang akan menampilkan hasil risetnya mengenai aneka topik yang menarik untuk disimak di ICIPA 2018.

Penulis : Rerre Adisty
Editor   : Wahyu Physio

Posting Komentar

0 Komentar