Wawancara Infokom IFI dengan Wakil Ketua Umum IFI Perihal SKKNI Bidang Fisioterapi

Photo : Wakil Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia

SSKNI bidang fisioterapi telah terbit, SKKNI merupakan rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek Pengetahuan (knowledge), Keterampilan dan/atau Keahlian (skills) serta Sikap kerja (attitude) yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Terkait telah diterbitkannya SSKNI bidang fisioterapi tersebut, Infokom Ikatan Fisioterapi Indonesia mewawancarai Wakil Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia, Bapak Parmono Dwi Putro, SST,Ft. Berikut petikan wawancara dengan beliau :

Bagaimana tanggapan atas diterbitkannya SKKNI fisioterapi oleh KEMENAKERTRANS?
Atas nama pribadi dan seluruh anggota Fisioterapi Indonesia kami bersyukur dengan telah diterbitkannya SKKNI bidang fisioterapi ini. Proses dan perjuangan untuk melahirkan SKKNI ini merupakan proses yang panjang dari para konseptor, para pengurus, para praktisi, para pendidik fisoterapi Indoesia.

Kongres-XII Medan telah mengeluarkan keputusan KONAS tentang SKKNI fisioterapi yang selanjutnya diproses, dievaluasi dan direvisi hingga terbitnya SKKNI yang sekarang.

Apa nilai strategis SKKNI bagi Fisioterapi Indonesia?
SKKNI menjadi strategis untuk menyamakan setiap cara pandang dan langkah dalam pengembangan profesi ini, selama ini mungkin pendidikan menggunakan standar yang belum sama, maka dengan terbitnya SKKNI bidang fisioterapi ini setidaknya akan menyatukan cara pandang baik bidang pendidikan maupun pelayanan.

Apakah semua profesi kesehatan harus memiliki SKKNI?
Seharusnya semua profesi tenaga kesehatan memiliki SKKNI ini, namun sepemahaman saya saat sekarang baru fisioterapi dan analis medis yang telah terbit SKKNInya yang telah ditanda tangani oleh KEMENAKERTRANS.

Apakah SKKNI bisa dijadikan acuan bagi dunia pendidikan dalam menyusun kurikulum? Juga sektor industri kesehatan dan rumah sakit yang mempekerjakan fisioterapi?
SKKNI bidanag fisioterapi ini sesuai tujuan di terbitkannya SKKNI digunakan sebagai acuan dalam penyusunan jenjang kualifikasi nasional, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan profesi, uji kompetensi dan sertifikasi profesi, sehingga SKKNI ini dapat dijadikan acuan dalam penyususnan kurikulum pendidikan maupun rekrutmen tenaga bagi rumah sakit.

Termasuk jabatan fungsional fisioterapi bagi ASN?
Ya, tentu. Item-item dalam jabatan fungsional fisioterapi secara otomatis harus menyesuaikan SKKNI ini dan alhamdulillah revisi jabatan fungsional fisioterapi yang insyaallah akan segera terbit sudah mengadopsi SKKNI ini.

Bagaimana relevansi SKKNI dengan tuntutan IFI untuk menerapkan open gate pelayanan fisioterapi di rumah sakit?
Open Gate adalah sebah keniscayaan karena ini kebutuhan pasien, dengan kompetensi fisioterapi yang diakui oleh negara melalui SKKNI ini lebih menguatkan akan kompetensi fisioterapi.

Selama ini sebagian orang masih mempertanyakan apa kompetensi sesungguhnya fisioterapi? Maka dengan adanya pengakuan dari pemerintah ini seharusnya menjadi sebuah penguatan pembuktian bahwa fisioterapi adalah tenaga kesehatan dengan kompetensi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, diakui oleh pemerintah dan masyarakat secara nasional, tidak menurut persepsi orang perorang, atau profesi tertentu saja.

Catatan :
Untuk mendapatkan dokumen SKKNI bidang fisioterapi silakan download disini

Posting Komentar

0 Komentar