Refleksi 2018, Duha 2019

Refleksi 2018 ; Parmono Dwi Putro 

Sungguh pengalaman spiritual yang mengharu biru, sangat menguras energi dan perasaan, ketika membersamai para pejuang Fisioterapi Indonesia di tahun 2018.

Rasa 'kekecewaan' yang dibersamai 'kepuasan' , rasa 'kekhawatiran' yang dibersamai rasa 'keyakinan' , rasa 'ketakutan' dibersamai 'keberanian' , rasa 'pengharapan', rasa 'kebanggaan', rasa 'kebahagiaan' semua menyatu dalam setiap langkah perjalanan terjal ini.

“Manajemen dosis” yang tepat pada rasa-rasa tersebut juga merupakan sebuah pembelajaran sebuah kompetensi baru yang menjadi pelajaran sangat berharga bagi saya. 

Perbedaan pilihan, perbedaan pendapat, perbedaan pandangan, perbedaan cara melangkah, membuat gerak menjadi harus lari kencang, disaat yang bersamaan harus mengerem langkah, bahkan harus berhenti sesaat diam untuk “PIT STOP” berdiam sesaat untuk mengganti roda dan mengisi bahan bakar agar lari lebih kencang dan efektif.

Perbedaan apapun dalam upaya BERGERAK untuk memberikan keMANFAATan melalui jalan jalan yang Ber MARTABAT namun yang pasti dan saya yakin bahwa kita satu suara dalam memilih jalan perjuangan ini.

#PilihFisioterapi 
#Parmono 
#Duhaawal2019 
#BerjuangBerjihadHarusGembira

Parmono Dwi Putro
(Wakil Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia) 

Posting Komentar

0 Komentar