"Selamat Tahun Baru 2019"

2019 PP IFI launching hastag #PilihFisioterapi

Depok, 1 Januari  2019, area Pemancingan Lembah Mawar,

Pagi  ini seperti pagi di hari kemaren, aku jalan kaki dg target 8000 langkah perhari, biar sehat kata para ahli kesehatan.

Ya, hari ini hari awal tahun baru 2019, terasa cepat th 2018 berlalu, semoga bukan karena kita tertidur pulas, akan tetapi justru karena kita melakukan banyak kegiatan. Kira-kira kalau mau dibuat judul mungkin sebagai berikut :  


"A million, distance, time and energy to realize PT profession of Indonesia equal with PT in Wide world"

Hehe.. kalau tulisan ini salah mohon koreksi ya..

Ta'dzim kepada salah satu Guru saya dari kota Trenggalek, maka ada baiknya di awal Tahun baru ini, kita sebagai  organisasi melakukan refleksi, muhasabah dan bahkan retrait, atas capaian dan kinerja tahun 2018.

1. Pendidikan

Syukur Alhamdulillah th 2018 diawali dengan makin banyaknya lukusan pendidikan Fisioterapi untuk level profesi, Unisa, UMS dan Udayana dan Poktekes sebagai pelopor telah memiliki alumni. Tentu ini membahagiakan. Kesyukuran ini terus bertambah ketika di ahir tahun 2018 ini ditutup dengan munculnya 3 prodi profesi baru. Hari ini pendidikan level profesi Fisioterapi sudah ada di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Pulau Dewata. Alhamdulilah.

2. Pelayanan. 

Sebagaimana tahun sebelumnya th 2018 diawali dengan persoalan BPJS. Nampaknya BPJS belum menemukan AKAL SEHATNYA dalam memandang pelayanan Fisioterapi. Hingga muncul Perdir BPJS no 5 th 2018. Semua tenaga kesehatan menolak perdir ini, dan alhamdulillah teman sejawat seluruh Indonesia bersatu untuk menolaknya. Perdir ini memang pandir. Jadi harus di tolak. Alhamdulillah di akhir tahun 2018 ahirnya perdir yang pandir itu di cabut. Pelayanan Fisioterapi kembali seperti semula. Tentu ini bukan tujuan kuta, tujuan kita tetap yaitu menolak ONE GATE SYSTEM. Namun atas apa yg kita kerjakan untuk pelayanan Fisioterapi dalam BPJS kita tetap bersyukur. Alhamdulilah.

3. Usia 50 Tahun

Di Tahun ini IFI organisasi kita berusia 50 tahun (dan sayapun Juga ). Bukan usia yg cukup tua untuk organisasi profesi. Kesyukuran kita kita wujudkan dg menyelenggarakan  international conference yg kita sebut ICIPA ( bukan 'icipa icipi' lho.. ) dan fisioterapi expo yg kita sebut IFEX. Alhamdulillah acara ini dihadiri oleh pembicara dari 9 negara dan juga peserta dari manca negara. Respon sangat positif dan menaikkan Branding Fisioterapi Indonesia di kancah regional.

3. NSPK

PP, PD dan PC terus bekerja untuk memperkuat profesi kita dari segi NSPK, tahun ini bertambah dengan lahirnya Panduan Praktik Klinik (PPK) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sementara di tahun ini juga kita mampu menyusun kerangka final Jabatan Fungsional yang baru dan Juga  Standar Kompetensi. Kita mengapresiasi pekerjaan ini, sekaligus mensyukuri. Alhamdulillah.

4. Mengaku Fisioterapi 

Tahun ini nampaknya makin marak profesi profesi lain yang memperkenalkan diri dan memirip-miripkan dengan Fisioterapi. Ini adalah gejala normal dalam pasar, artinya setiap barang yang bermutu dan dibutuhkan masyarakat pasti muncul barang palsunya. Utuk para profesi yg mengaku fisioterapi ini maka mulai tahun 2019 PP IFI membuat kampanye sosial baru dengan hastag # PILIH FISIOTERAPI

Akhirnya saya atas nama pribadi dan PP IFI mengucapkan terimakasih yg tak terhingga atas dukungan sejawat semua dan selamat tahun baru buat teman sejawat semua, semoga di tahun 2019 kita banyak menuliskan sejarah positif bagi perjuangan pfofesi kita. Tetap BERGERAK, BERMANFAAT DAN BERMARTABAT.

AL FAKIR
Ali Imron
Ketum IFI