Mari “Bergerak, Bermanfaat dan Bermartabat”: Hentikan Menyebarkan Informasi yang Berdampak Negatif Pada Masyarakat


Perkembangan riset dewasa ini semakin cepat, sehingga hal ini mengharuskan fisioterapis untuk tetap up-to-date demi kemajuan pelayanan fisioterapi untuk masyarakat. Realitanya, pelayanan fisioterapi di Indonesia masih jauh dari bukti ilmiah terkini. Informasi-informasi yang banyak dibagikan baik melalui edukasi tatap muka, pamflet, poster maupun media sosial saat ini justru berpotensi menimbulkan kekhawatiran di masyarakat. Banyak bukti ilmiah menunjukkan adanya kepercayaan kepercayaan negatif di masyarakat (sebagai contoh: kondisi nyeri) 1, 2, 3. Lebih lanjut, bahasa/istilah yang selama ini kita gunakan dalam praktik klinis berdampak pada psikis dan kognitif pasien terkait kondisi yang mereka alami, serta berdampak pada pengambilan kuputusan dalam manajemen fisioterapi 4, 5, 6.

Perubahan besar paradigma dalam praktik fisioterapi pun terjadi, bukti ilmiah telah menunjukkan bahwa konsep biomedis (pathoanatomi, pathokinesiologi) tidak banyak memberikan solusi positif dalam praktik klinis 7. Hal ini menyiratkan bahwa fisioterapi perlu bergerak melibatkan banyak komponen seperti layaknya ekosistem, baik secara fisik, psikis, sosial, budaya, biopolitik maupun emosional 9.



Penulis melihat situasi ini perlu direspon dan ditindaklanjuti secara serius dengan mengajak teman sejawat fisioterapis untuk tetap sensitif terhadap perkembangan riset. Dalam film Black Panther, King T’Challa berkata; “Pada masa krisis, orang bijak membangun jembatan, sementara orang bodoh membangun penghalang. Kita harus menemukan cara untuk menjaga satu sama lain seolah-olah kita adalah satu suku tunggal” 10. Kutipan tersebut mendorong penulis untuk membuka kesempatan diskusi bersama sehingga didapatkan solusi-solusi yang bisa membangun perkembangan, kemajuan dan kompetensi serta pelayanan fisioterapi yang lebih baik di Indonesia. Ada beberapa isu yang penulis bawa dalam artikel ini mengenai “hubungan postur, sikap duduk, tas sekolah dan cara angkat-angkut barang pada kondisi nyeri”. Pada tahun 1991, Hrudey menulis sebuah artikel yang dipublikasi di Journal of Occupational Rehabilitation. Hrudey, melaporkan bahwa nyeri pinggang merupakan gangguan iatrogenik pada banyak kasus. Informasi yang tidak akurat, pemeriksaan yang tidak adekuat, penyalahgunaan obat-obatan, penggunaan modalitas-modalitas pasif yang berlebihan, ketergantungan dalam penggunaan pemeriksaan radiologi merupakan faktor-faktor yang menjadi konstribusi pada kondisi tersebut 11.

Banyak sekali kepercayaan yang muncul di masyarakat dan fisioterapis bahwa postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan nyeri pinggang maupun nyeri leher, dan hal ini bahkan tertuang dalam buku panduan praktik klinis fisioterapi Indonesia 12. Menariknya, dalam 1 dekade terakhir, banyak hasil studi penelitian yang menolak/tidak mendukung pemikiran tersebut 13, 14, 15. Pada banyak kasus, postur tubuh yang banyak diasumsikan oleh masyarakat dan fisioterapis sebagai postur tubuh yang buruk bukan menjadi penyebab terjadinya nyeri pinggang maupun nyeri leher. Ada beberapa faktor lain yang bisa menjadi prediktor kuat munculnya nyeri pinggang dan nyeri, antara lain pengalaman nyeri pinggang/nyeri leher sebelumnya dan kesehatan psikis dan sosial 16, 17, 18.

Tidak memungkiri, pada beberapa kasus nyeri pinggang, ditemukan hasil pemeriksaan seperti postur tubuh yang cenderung membungkuk, namun fisioterapis perlu membuka mata, telinga, hati dan pikiran bahwa nyeri pinggang merupakan kondisi kompleks, banyak faktor yang menjadi konstributor, sebagai contoh: kurangnya aktivitas fisik, stres/mood yang tidak baik, kurangnya waktu tidur, gaya hidup yang tidak baik (merokok, obesitas, konsumsi alkohol), jenis kelamin, genetik dll 17, 18, 19 sehingga memberikan label terkait kondisi nyeri pinggang dan nyeri leher disebabkan oleh postur tubuh yang tidak baik merupakan hal yang terlalu berlebihan yang bisa berdampak menimbulkan kekhawatiran dan memberikan kesan bahwa postur tubuh selain tegap (neutral) merupakan kondisi yang tidak normal, lebih lanjut pemikiran tersebut tidak didukung dengan bukti ilmiah yang ada.

“Memberikan label terkait kondisi nyeri pinggang dan nyeri leher disebabkan oleh postur tubuh yang tidak baik merupakan hal yang terlalu berlebihan yang bisa berdampak menimbulkan kekhawatiran pada masyarakat dan tidak didukung dengan bukti ilmiah.”

Selain postur tubuh, banyak kepercayaan terkait tas sekolah yang berat dapat menyebabkan nyeri pinggang sehingga muncul informasi/edukasi berkaitan menghindari penggunaan tas sekolah yang berat serta cara yang baik dalam menggunakan tas sekolah. Bagaimanapun, kondisi seperti ini sangat umum terjadi, dan sekali lagi, informasi terkait tas sekolah yang berat menimbulkan nyeri pinggang perlu dipertanyakan. Artikel terkini yang dipublikasikan di Physiotherapy Journal, mengkritik klaim terkait hubungan tas sekolah dengan nyeri pinggang tidak didukung dengan data empiris 20. Hasil studi terkini menunjukkan bahwa penggunaan tas sekolah tipe selempang dan tas sekolah dengan beban berat tidak terkait dengan resiko nyeri pinggang 19, 21, 29.

“Mengajak anak untuk suka bergerak, berolahraga merupakan solusi yang lebih masuk akal disbanding melarang aktivitas-aktivitas tertentu seperti penggunaan tas berat. Instansi pendidikan perlu memikirkan pengaturan jam sekolah yang diimbangi dengan aktivitas fisik.”

Kemudian, apakah benar mengangkat barang dengan cara membungkuk dapat meningkatkan resiko nyeri pinggang, sehingga hal ini perlu dihindari? Hasil studi dari Nolan et alyang dipublikasikan di European Spine Journal pada tahun 2018, menunjukkan bahwa orang-orang yang menganggap teknik angkat barang dengan punggung tegak sebagai teknik yang teraman, memiliki keyakinan tentang punggung jauh lebih negatif dibandingkan dengan orang-orang yang menganggap teknik angkat barang dengan cara membungkuk 22. Banyak studi telah menunjukkan bahwa angkat-angkut barang dengan teknik squat tidak lebih baik dibanding dengan teknik membungkuk 23, 24, 25. Menariknya, ada studi yang dipublikasikan hamper 30 tahun silam menunjukkan bahwa gerakan fleksi segmen lumbal tidak dapat dihindari meskipun kita mencoba untuk tetap menjaga posisi punggung kita se-netral mungkin 26. Hal ini tentunya bersifat kontradiktif dengan pemahaman lama terkait menjaga postur punggung saat aktivitas angkat-angkut barang se-netral mungkin dapat mencegah/mengurangi resiko nyeri pinggang dengan alasan biomekanika gerak, sedangkan dari literatur bidang biomekanik sendiri tidak mendukung bahwa angkat-angkut barang dengan teknik squat dapat mencegah resiko nyeri pinggang 27.

“Pada akhirnya bukan masalah teknik mana yang lebih superior, melainkan manajemen beban dan persiapan saat mengangkat beban yang terpenting. Baik mengangkat dengan membungkuk maupun berjongkok sama-sama baik untuk kesehatan punggung.”

Dari beberapa isu yang telah penulis sampaikan diatas, penulis mengajukan solusi dengan fokus “promote health, not fear” untuk bisa dijadikan pertimbangan dalam praktik klinis, yaitu, antara lain:
  1. Berhenti menyebarkan informasi yang bisa berdampak negatif terhadap masyarakat,
  2. Fokus pada promosi kesehatan (sebagai contoh: aktivitas fisik, manajemen rekreasi, gaya hidup sehat) demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.
Akhir kata, “keterbukaan adalah tentang keraguan, yaitu, meragukan ketidaktersediaan kebenaran yang diterima fisioterapi. Gagasan, praktik dan prinsip selalu terbuka untuk ditinjau kembali demi perubahan yang lebih baik untuk fisioterapi ” 28. Mari bersama kita “bergerak, bermanfaat dan bermartabat”.


Penulis : Firmansyah R. Purwanto, A.Md.Ftr


Referensi:
1) Barsky A. The Iatrogenic Potential of the Physician’s Words. J American Med Assoc. 2017; 26;318(24):2425-2426. doi: 10.1001/jama.2017.16216.
2) Cuff A, et al. Subacromial impingement syndrome – What does this mean to and for the patient? A qualitative study. Musculoskelet Science Pract.2018;33:24-28. doi: 10.1016/j.msksp.2017.10.008.
3) Darlow B, et al. The Enduring Impact of What Clinicians Say to People With Low Back Pain. Ann Fam Med. 2013;11(6):527-34. doi: 10.1370/afm.1518.
4) Nickel B, et al. Words do matter: a systematic review on how different terminology for the same condition influences management preferences. BMJ Open. 2017;10;7(7):e014129. doi: 10.1136/bmjopen-2016-014129
5) Ruben M, et al. Do patient perceptions of provider communication relate to experiences of physical pain? Patient Educ Couns. 2018; 101(2):209-213. doi: 10.1016/j.pec.2017.08.002.
6) Vranceanu AM, et al. The emotive impact of orthopedic words. J Hand Ther. 2011; 24(2):112-6; quiz 117. doi: 10.1016/j.jht.2010.10.010.
7) Wade D & Halligan P. Do biomedical models of illness make for good healthcare systems? BMJ. 2004; 11; 329(7479): 1398–1401. Doi :10.1136/bmj.329.7479.1398
8) Nicholls, D. A. The End of Physiotherapy. Oxon: Routledge. 2018
9) Nijs J, et al. Thinking beyond muscles and joints: Therapists’ and patients’ attitudes and beliefs regarding chronic musculoskeletal pain are key to applying effective treatment. Man Ther. 2013;18(2):96-102. doi: 10.1016/j.math.2012.11.001
10) Cavna M. Civil rights hero John Lewis is particularly moved by this line from ‘Black Panther’. The Washington Post. Diakses dari https://www.washingtonpost.com/news/comic-riffs/wp/2018/02/22/civil-rights-hero-john-lewis-is-particularly-moved-by-this-line-from-black- panther/?utm_term=.f76aa265b4bb pada tanggal 17 Maret 2018.
11) Hrudey WP. Overdiagnosis and Overtreatment of Low Back Pain: Long-Term Effects. J Occup Rehab. 1991;1(4):303 12. doi: 10.1007/BF01073695.
12) Ikatan Fisioterapi Indonesia. Panduan Praktik Klinis Fisioterapi. 2017
13) O’Sullivan P, et al. Association of biopsychosocial factors with degree of slump in sitting posture and self-report of back pain in adolescents: a cross- sectional study. Phys Ther. 2011;91:470–483. doi: 10.2522/ptj.20100160
14) Richards K, et al. Neck posture clusters and their association with biopsychosocial factors and neck pain in Australian adolescents. Phys Ther.2016;96:1576–1587.
15) Damasceno G, et al. Text neck and neck pain in 18–21-year-old young adults. Eur Spine J. 2018. doi: 10.1007/s00586-017-5444-5
16) Jarvik J, et al. Three-Year Incidence of Low Back Pain in an Initially Asymptomatic Cohort. Spine. 2005
17) Stubbs B, et al. The epidemiology of back pain and its relationship with depression, psychosis, anxiety, sleep disturbances, and stress sensitivity: Data from
43 low- and middle-income countries. Gen Hos Psyc. 2016; 43:63-70. doi: 10.1016/j.genhosppsych.2016.09.008
18) O’Sullivan P, et al. Understanding Adolescent Low Back Pain From a Multidimensional Perspective: Implications for Management. J Ortho Sports Phys Ther. 2017;47(10):741-751. doi: 10.2519/jospt.2017.7376
19) Kamper S, et al. The prevalence, risk factors, prognosis and treatment for back pain in children and adolescents: An overview of systematic reviews. Best Pract & Res Clin Rheum. 2017. Doi: 10.1016/j.berh.2017.04.003
20) O’Keeffe M, et al. Schoolbags and back pain: opinion strongest when the evidence is weakest. J Physio. 2018
21) Szita J, et al. Risk factors of non-specific spinal pain in childhood. Eur Spine J. 2018. doi: 10.1007/s00586-018-5516-1
22) Nolan D, et al. What do physiotherapists and manual handling advisors consider the safest lifting posture, and do back beliefs influence their choice? Musculoskelet Sci Pract. 2018; 33:35-40. doi: 10.1016/j.msksp.2017.10.010
23) Kingma I, et al. How to lift a box that is too large to fit between the knees Ergonomics. 2010 53:10, 1228-1238, DOI: 10.1080/00140139.2010.512983
24) Holder L. The Effect of Lumbar Posture and Pelvis Fixation on Back Extensor Torque and Paravertebral Muscle Activation (Thesis). Auckland University of Technology. 2013
25) Dreischarf M, et al. In vivo loads on a vertebral body replacement during different lifting techniques. J Biomech. 2016; 11;49(6):890-895. doi: 10.1016/j.jbiomech.2015.09.034
26) Potvin J, et al. Trunk muscle and lumbar ligament contributions to dynamic lifts with varying degrees of trunk flexion. Spine. 1991
27) van Dieen J, et al. Stoop or squat: a review of biomechanical studies on lifting technique. Clin Biomech. 1999
28) Gibson B, et al. Manipulating practices A critical physiotherapy reader. Cappelen Damm Akademisk. 2018
29) Yamato et al. Do schoolbags cause back pain in children and adolescents? A systematic review. BJSM. 2018

Posting Komentar

0 Komentar