Sejarah Ikatan Fisioterapi Indonesia ; Riwayatmu Dulu , Kini dan Nanti

Di Indonesia, Fisioterapi dimulai sejak tahun 1956 untuk pertama kalinya di Rehabilitasi Centrum Prof. Dr. Suharso, Solo. Sekolah  Perawat  Fisioterapi  yang  diikuti  oleh utusan  dari  Rumah  Sakit  dan  orang  yang  telah  berpengalaman  dalam  bidang keperawatan  selama  2  tahun  dan  memiliki  ijazah  SMP.  Kemudian, pada tahun 1957 didirikan Sekolah Assisten Fisioterapi. Perkembangan selanjutnya  berdiri  Akademi  Keperawatan  Fisioterapi  (1967 – 1970). Awal  berdirinya  Akademi  Fisioterapi  Murni  Non.  Keperawatan  pada Tahun 1970 di Solo-Jawa Tengah.



Perkumpulan persatuan dari suatu profesi fisioterapi pada waktu itu dibentuklah suatu wadah atau organisasi untuk profesi Fisioterapi pada tahun 1961 yang bernama HAFI - Himpunan Asisten Fisioterapi Indonesia, yang bertujuan untuk memperkenalkan profesi yang baru ini kepada saudara-saudara kita yang bekerja dalam bidang kesehatan lainnya dan masyarakat luas.

Keadaan pada waktu itu lulusan Fisioterapi langsung mendapatkan ikatan dinas dan ditempatkan, (sesuai dengan ketentuan Departemen Kesehatan). Atas dukungan  Bpk. Prof. Dr.Suharso (Supervisor RC pada masa itu), kawan-kawan Fisioterapi bergerak untuk segera membentuk organisasi Fisioterapi yang bertujuan agar profesi Fisioterapi selain bekerja dalam membantu pemulihan kesehatan pasien yang non infectious, fractur, dislokasi dan degenerative deases juga agar Profesi Fisioterapi di Indonesia dapat setara dengan Fisioterapis dari luar negri terutama dari Negara Persemakmuran, Eropa dan Amerika Serikat. Organisasi ini disebut IKAFI.

Pengurus IKAFI yang pertama (1968 - 1970) adalah Ketua Umum - Albert Siahaan, MNZSP, Sekretaris Jenderal - Boedoyo,SMPh. Pada periode ini sudah terbentuk DCAFI (cabang) untuk wilayah : Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Semarang. Dan IKAFI pun diterima oleh organisasi fisioterapi dunia yaitu World Confederation for Physical Therapy (WCPT) sebagai Temporary Member of WCPT (London).

Pada tahun 1970 Ketua Umum IKAFI diundang ke Amsterdam untuk mengikuti kongres WCPT. Kemudian diadakan Kongres pertama IKAFI yang diadakan di Jakarta. Dengan kekuatan bersama dari semua Panitia dan Anggota serta Sponsor yang mendukung, Kongres pertama pun sukses digelar. Dalam Kongres I yang dibuka atas nama Menteri Kesehatan tersebut berhasil dibuat pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang IKAFI. Dibentuk pula kepengurusan pusat IKAFI untuk periode berikutnya (1970 - 1974), dimana Bpk. Albert Siahaan dan Bpk. Boedoyo kembali terpilih masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal IKAFI.

Pada tahun 1974 Ketum IKAFI berangkat ke Montreal untuk menghadiri kongres WCPT dimana pada saat itu IKAFI masih distatuskan sebagai anggota sementara WCPT. Lalu diselenggarakanlah Kongres ke II IKAFI di kota Bandung, dimana terpilih Drs. Suhardi, SMPh sebagai Ketua Umumnya.
Perubahan IKAFI menjadi IFI bermula semenjak kepengurusan pusat, aktif bergerak di konsorsium kesehatan (CHS) yang dipimpin oleh Bpk. Prof. Dr. Ma'rifin Husin, MSc. Dimana beliau pada saat itu menganjurkan agar IKAFI berubah singkatan menjadi IFI. Pada akhirnya, nama organisasi Fisioterapi pun berubah dari IKAFI menjadi IFI. Setelah sebelumnya disetujui melalui Kongres VII Makasar pada 1996.

Ikatan Fisioterapi Indonesia terus berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah diberbagai kesempatan agar dapat memperkenalkan profesi fisioterapi serta kontribusinya dalam meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat.

Tahun  1990, Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres ACPT ke 4 (The 4th Asian Confederation for Physical Therapy) dengan tema “Physical Therapy Toward Health for All” yang diselenggarakan di Jakarta dengan acara pembukaan oleh Wakil Presiden RI  Bapak Soedharmono.
Pertemuan dengan berbagai pejabat negara terus dilakukan untuk memperkenalkan peran Fisioterapi bagi Rakyat Indonesia serta semakin baiknya hubungan luar negeri Ikatan Fisioterapi Indonesia dengan negara lainnya.

Upaya pengembangan organisasi dan profesionalisme dengan kiprah yang lebih luas, Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) terus berupaya meningkatkan standar kompetensi anggotanya dengan berbagai kegiatan pendidkan, Ilmiah dan pengabdian masyarakat. Atas dukungan dari para pemangku kepentingan, Ikatan Fisioterapi Indonesia berusaha memberikan kemampuan terbaiknya untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif dan berprestasi.

Penulis : M Irfan, M.Fis ( Sekjen IFI 2016-2021 )
Update : 4 Januari 2019