Menulis Sejarah dan Merancang Masa Depan Fisioterapi Indonesia

Juni adalah bulan fisioterapi Indonesia, dimana tepat pada tanggal 10 Juni diperingati sebagai hari fisioterapi Indonesia. Setiap peringatan selalu dibangun atas sejarah. Bagi organisasi Ikatan Fisioterapi Indonesia dengan usia emasnya, penulisan sejarah sudah merupakan kebutuhan mendesak organisasi untuk mengukuhkan identitasnya.

Sebab pada hakikatnya, makna penting menysun sejarah sama pentingnya dengan merancang masa depan. 

Sebagaimana asal kata sejarah ( 'syajarotun' : arab ) yang artinya 'pohon' . Penggunaaan kata "pohon" untuk menggambarkan ilmu tentang peristiwa yang terjadi pada masa lalu mengandung arti bahwa :

  1. Peristiwa itu memiliki alur dan berkembang ke arah yang lebih kompleks
  2. Suatu saat peristiwa itu akan dilupakan 
  3. Peristiwa itu pasti menghasilkan "buah" yang dapat dinikmati banyak orang 
  4. Peristiwa itu terjadi karena ada pelaku yang "menanamnya"
  5. Manusia dapat memetik pelajarn berharga dari peristiwa masalalu

Namun sejarah bukanlah semata-mata penulisan tentang tempat dan tahun suatu peristiwa terjadi, tetapi ia lebih bermakna dari itu semua. Sejarah tidak bisa terlepas dari sebuah ideologi. Bisa dikatakan bahwa catatan sejarah yang ada saat ini adalah catatan pergulatan ideologi. Karena hampir tak bisa dipisahkan antara ideologi sang penulis dengan hasil catatan sejarahnya. Lebih  jauh sejarah adalah landasan dari ilmu pengetahuan lainnya.

"Mata air mu dari Solo terkurung gunung seribu . Air mengalir sampai jauh akhirnya ke laut.. "

Setiap ideologi dan gerakan di dunia dibangun dan dibenarkan dengan konstruksi sejarah. Peristiwa adalah fakta, namun sejarah selalu ditulis untuk mengukuhkan bangunan Ideologi atau kepentingan.

Oleh karena itu penulisan sejarah fisioterapi Indonesia adalah usaha penting untuk mengukuhkan identitas, entitas, pemikiran, manifesto dan jalan juang bagi fisioterapi Indonesia kedepan.

Bila tidak, maka sejarah itu akan ditulis oleh orang lain untuk mengukuhkan dan membangun kepentingannya.

Saya mengapresiasi usaha Sekretaris Jenderal Ikatan Fisioterapi Indonesia, M Irfan atas usahanya menyusun sejarah fisioterapi Indonesia. Semoga menjadi pohon sejarah fisioterapi Indonesia yang akarnya menghujam dalam, batangnya tegak menjulang, daunnya rimbun dan senantiasa berbuah manis.

"Tulislah sejarah untuk penerus dan anak cucumu. Tulislah sejarah untuk memenangkan pergulatan ini !"

Penulis :
Parmono Dwi Putro (Waktum PP IFI)

Posting Komentar

0 Komentar