IFI Meminta Pimpinan Fasilitas Layanan Kesehatan Perhatikan Perlindungan Untuk Fisioterapis Saat Pandemi COVID 19

Minggu, 12 April 2020

IFI Meminta Pimpinan Fasilitas Layanan Kesehatan Perhatikan Perlindungan Untuk Fisioterapis Saat Pandemi COVID 19

Memperhatikan laju perkembangan dan penyebaran COVID-19 , Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi Indonesia ( IFI ) bersurat kepada se...

Memperhatikan laju perkembangan dan penyebaran COVID-19 , Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi Indonesia ( IFI ) bersurat kepada seluruh direktur rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan untuk memperhatikan perlindungan fisioterapis saat menjalankan tugas di fasilitas layanan kesehatan di masa pandemi COVID 19.

Surat edaran ini dikeluarkan berdasarkan kajian tim SQUAD COVID-19 yang dibentuk oleh PP IFI untuk memberikan perlindungan dan advokasi kepada seluruh fisioterapis di masa pandemi. Menurut ketua SQUAD COVID-19 PP IFI , Parmono Dwi Putro, PP IFI sudah dua kali mengadakan survey, delapan puluh persen lebih fisioterapis masih menjalankan tugas di fasilitas layanan kesehatan dan sebanyak tiga persen fisioterapis menangani langsung pasien COVID-19.

Rupanya PP IFI tidak ingin kecolongan yang mengakibatkan kecelakaan terjadi pada anggotanya. Sekjen PP IFI M Irfan mengatakan, "Melihat banyaknya tenaga kesehatan yang tidak terlibat langsung menanagani pasien COVID-19 turut terpapar virus -baik yang sakit maupun meninggal dunia, makan PP IFI memandang harus segera bersikap untuk meminimalisir resiko terhadap anggota".

Perlu diketahui per hari ini ( 12 / 4 / 2020 ) data di SQUAD COVID-19 PP IFI saat ini menunjukkan sekitar 17 anggota berstatus PDP, satu dirawat terkonfirmasi dan satu meninggal dunia terkonfirmasi.

Dalam kesempatan terpisah Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia mengaakan, "Surat itu ditujukan untuk seluruh direktur RS dan pimpinan fasilitas layanan kesehatan di Indonesia. Dalam surat itu dilampirkan standar APD untuk fisioterapis dan pemilahan prosedur yang tidak boleh dan boleh dilakukan di masa pandemi". 

"Jika tidak ada APD, layanan fisioterapi dihentikan atau ditunda sementara waktu. Semua untuk kepentingan bersama", pungkas ketua umum PP IFI.

Panduan Pelayanan Fisioterapi untuk pasien COVID-19 yang diterbitkan beberapa pekan lalu juga dilampirkan dalam surat. 

*) Isi surat bisa di unduh di sini